Yuk..Mengukur Besar Sudutmu dengan Potongan Pizza!!

Pendekatan Matematika Realistik Indonesia merupakan salah satu alternatif pendekatan pembelajaran yanga dapat digunakan untuk mengajarkan matematika kepada siswa. Dengan pendekatan PMRI, suatu konsep matematika disampaikan kepada siswa dengan menghubungkan konsep tersebut dengan konteks dunia nyata siswa. PMRI sebenarnya menekankan pada kebermaknaan konsep matematika itu sendiri bagi siswa. Frudenthal juga menyatakan bahwa proses belajar akan terjadi hanya jika pengetahuan yang dipelajari oleh siswa bermakna bagi mereka (Wijaya, 2008). Oleh karena itu untuk membentuk pemahaman suatu konsep matematika siswa, seorang guru hendaknya mengkondisikan suatu pembelajaran matematika yang lebih bermakna untuk siswa yang salah satu caranya dengan menerapkan pendekatan PMRI pada pembelajaran di kelas.

Salah satu konsep matematika yang dapat diajarkan dengan pendekatan PMRI adalah konsep pengukuran sudut. Pengukuran sudut diajarkan pada siswa kelas IV Sekolah Dasar dengan indikator mengukur sudut dengan satuan baku dan tidak baku. Pada pembahasan kali ini, pengajaran tentang pengukuran sudut dapat dilakukan dengan menggunakan konteks potongan pizza.

Pizza, makanan khas Italia ini sudah tidak asing lagi dengan masyarakat Indonesia. Pizza cukup familiar terutama pada anak-anak karena toppingnya yang tampak sangat menggugah selera mereka. Sekarang begitu mudah menemukan restoran atau café yang menyediakan menu berupa pizza. Oleh karena itu, pizza dapat pula digunakan sebagai salah satu konteks dalam pembelajaran matematika. Konteks pizza biasanya dipergunakan dalam mengajarkan konsep pecahan. Tetapi kali ini, kita akan menggunakan konteks pizza dalam pengukuran sudut.

Nah, dengan menggunakan konteks pizza yang berbentuk bulat ini, kita dapat membantu siswa untuk memahami konsep pengukuran sudut. Potongan pizza yang berbentuk juring-juring lingkaran dapat kita gunakan sebagai alat ukur tidak baku. Sebelum mengenalkan cara pengukuran sudut dengan menggunakan busur derajat, terlebih dahulu kita gunakan potongan pizza tadi. Sesuai dengan penerapan pendekatan PMRI, potongan pizza tadi merupakan model of dalam pembelajaran ini. Model of yang dimaksud di sini adalah model dari situasi yang diberikan.

Dalam permasalahan kali ini, siswa diberikan pizza (berupa gambar) yang berbentuk lingkaran penuh yang telah dibagi ke dalam 12 potongan pizza kecil. Dengan potongan-potongan pizza kecil tadi, siswa mengukur sudut-sudut yang telah diberikan dalam lembar aktivitasnya. Sebagai catatan, sudut yang diberikan sebaiknya merupakan sudut-sudut yang memiliki besar sudut yang bulat. Dalam artian besar sudut tersebut masih merupakan kelipatan 10 (misalnya 20, 30, dan seterusnya).

Pada kegiatan awal, siswa dapat menentukan besar sudut sama dengan berapa potong pizza. Berikutnya, setelah mereka menentukan besar sudut dengan potongan pizza, saatnya menentukan berapakah besar sudut setiap potongan pizza tadi. Dengan menggunakan konsep besar sudut satu lingkaran sama dengan 3600, siswa mampu menentukan bahwa jika pizza utuh tadi dibagi menjadi 12 potong sama besar, maka besar sudut setiap potong pizza itu adalah 300. Berarti, jika sudut yang mereka ukur besarnya sama dengan 3 potong pizza, maka sudut tersebut besarnya 900.

Setelah siswa mampu mengukur besar sudut seperti penjelasan di atas, maka jenis sudut yang diberikan dapat dibuat lebih bervariasi lagi. Misalnya mereka diminta untuk mengukur besar sudut 1300, 450, dan seterusnya, dengan menggunakan potongan pizza yang memiliki besar sudut 300. Permasalahan ini membutuhkan pemikiran yang lebih mendalam lagi dari siswa karena konsep tersebut memiliki keterkaitan dengan konsep pecahan. Siswa harus mampu menentukan berapa potong pizza yang mereka gunakan untuk mengukur sudut tersebut. Misalnya saja jika mereka akan mengukur sudut 1350. Potongan pizza yang mereka butuhkan adalah 4 ½ potong pizza. Ternyata potongan pizza yang harus mereka gunakan tidaklah semuanya utuh. Mereka membutuhkan ½ bagian dari potongan pizza lagi untuk mengukur sudut tersebut. Keterkaitan dengan konsep pecahan dibutuhkan dalam pembahasan ini.

Jika siswa telah memahami tentang pengukuran sudut dengan alat ukur tidak baku ini, mereka dapat melanjutkan kegiatan berikutnya untuk mengukur sudut dengan menggunakan alat ukur baku yaitu busur derajat. Dengan bimbingan dan latihan yang diberikan oleh guru, siswa akan memahami cara menggunakan busur derajat dengan baik dan benar.

Penjabaran di atas hanyalah gambaran singkat dari salah satu metode atau cara yang dapat diterapkan oleh guru untuk mengajarkan konsep pengukuran sudut. Untuk mendownload contoh laporan penerapannya, di link di bawah ini:

Download di sini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s