Posted in My Space, My Story

Feedback Mahasiswa

Entah kenapa memeriksa tugas pertama mahasiswa semester ini benar-benar saya nikmati prosesnya. Ada kenikmatan saja membaca dengan detail setiap essai yang dikirimkan mahasiswa pekan lalu. Padahal ini baru tugas pertama dan persis sama dengan tugas yang saya berikan pada mahasiswa semester kemarin. Semester ini rasanya bisa lebih fokus ketika cuma diberikan satu mata kuliah (maklum masih dosen luar biasa yang masih minim pengalaman, baru juga lepas kuliah awal tahun lalu). Alhamdulillah ada dua kelas yang diberikan. Yah meskipun harus memeriksa sekitar 70 essai mahasiswa dan belum dengan permasalahan copy paste serta tugas yang persis sama dari awal hingga akhir, tapi tetap saja nikmat rasanya bisa fokus sama mereka. Membaca setiap detail essainya dan memberi feedback mulai dari isi essay hingga cara penulisan dan referensi untuk setiap mahasiswa.

Hmm… saya sempat berpikir saat sedang memeriksa tugas mereka, sepertinya memang ada baiknya dosen tidak perlu mengambil/diberi banyak mata kuliah  atau banyak kelas agar bisa benar-benar fokus pada mahasiswanya. Fokus memberi materi, memberi dan memeriksa tugas, memberi bahan diskusi yang menarik. Apalagi,di luar sana kan dosen juga punya segudang tanggung jawab dan tugas yang mesti dipenuhi sebagai dosen (yang ini belum saya lewati karena masih anak baru, aktivitas lain saya hanya dapur dan les privat hehe..). Bukankah akan keren sekali rasanya ketika dosen benar-benar serius memberi dan memeriksa tugas mahasiswa. Memberi feedback di setiap tugas mereka untuk memberikan gambaran sebaik apa kualitas tugas yang mereka kerjakan. 

Saya merasakan betul bagaimana perbedaan kondisi ketika saya kuliah S1 di Makassar dan saat S2 di Perth kemarin (yang ini tidak bermaksud membandingkan, tapi semoga jadi masukan yah). Kuliah S1, jarang sekali dosen mengembalikan tugas dan memberikan masukan terhadap pekerjaan saya dan teman-teman. Biasanya hasil final saja yang dibagikan, yah itupun tidak dilakukan semua dosen juga. Kondisi yang sangat berbeda ketika saya melanjutkan S2. Setiap tugas akan diberikan feedback oleh dosen. Kritik dan saran yang saya rasakan amat sangat membangun dan memotivasi saya di tugas-tugas berikutnya. Saya sih memang tidak tahu pasti apakah hal ini juga diberikan ke mahasiswa S1 di sana atau anak S2 saja, tapi perlu diambil pelajaran bukan? Ini rasanya yang ingin sekali saya terapkan ke mahasiswa. Setidaknya dengan alasan bahwa mereka juga berhak untuk mengetahui hasil pekerjaan mereka. Bukan nilai, tapi lebih ke komentar yang membangun dan memotivasi mereka untuk membaca lebih banyak dan berusaha yang lebih baik di tugas-tugas berikutnya.

Saya melihat mahasiswa kebanyakan cuek dengan tugas atau boleh dikatakan asal-asalan saja mengerjakan tugas, dengan kopipaste lah, nyontek punya teman lah, karena menganggap ah dosennya juga ga akan baca (dulu mindset saya begitu, ga tahu kalian). Jadinya mengerjakan tugas seenak udelnya. Nah ini saya masih temukan di beberapa mahasiswa semester lalu dan semester ini. Saya pelajari semester lalu, dan akhirnya saya perbaiki semester ini. Saya mesti bantu mereka dengan ngasih masukan ke tugas-tugasnya. Kewajiban mereka mengerjakan tugas, kewajiban saya  memeriksa dan memberi masukan. Itu pikir saya. Mereka harus dan memang berhak belajar sesuatu dari apa yang mereka kerjakan bukan? Itu yang ingin saya penuhi.

Yah walaupun saya tahu, mungkin kalau ada yang baca ini, apalagi dosen bisa saja bilang kan kamu masih baru, belum tahu repotnya kerjaan dosen, belum tahu dosen itu banyak kegiatan, belum penelitian, belum workhop, diklat dan segala macam aktivitas lainnya. Kira-kira sempat tidak periksa semua tugas mahasiswa? Lu kata gampang? Aduhhh maaf yah Ibu Bapak dosen sekalian ga bermaksud apa-apa ko…Ini lebih karena pengetahuan saya kurang saja.  Hmm… gmana yah? Iya sih saya masih baru, baruuuuuu bangettt… masih kelas anak ikan teri. Tapi begini, mumpung saya belum sibuk, kenapa tidak saya maksimalkan saja peran saya yang belum sibuk ini? Saya nih memang cuma sibuk persiapan buat cpns (kalau ada tahun ini), belajar bahasa inggris, nunggu tahap seleksi selanjutnya sebuah lembaga di Jogja, utak atik artikel dan duduk manis depan laptop diselingi kegiatan rutin di dapur🙂 Jadilah saya memilih memanfaatkan waktu saya yang belum sibuk “sesibuk dosen pada umumnya” ini untuk juga perhatian sama tugas mahasiswa. Ah saya tidak mau su’udzon bapak ibu dosen sekalian, karena saya tahu kalian pun pasti melakukan yang terbaik untuk mahasiswa.

Makanya mumpung belum sibuk dan menjadi dosen tetap (aamiiiiiiiinnn…), biarlah saya fokus dengan mahasiswa-mahasiswa saya ini. Ngasih materi, tugas dan memberi mereka masukan dan motivasi untuk menjadi lebih baik. Saya juga akhirnya membuat forum kecil-kecilan dengan mereka  untuk mewadahi diskusi kami di luar kelas. Tugas-tugas pun dishare di forum itu dengan harapan tidak hanya feedback dari saya yang mereka dapatkan tetapi juga dari mahasiswa lainnya. Materi kuliah, referensi tambahan pun kami share di forum ini. Intinya saya ingin memaksimalkan peran saya saja sebagai tanggung jawab saya sebagai pengampu mata kuliah ini. Setidaknya ada yang mereka dapatkan dari kelas saya. Baru akan masuk pekan kelima memang, tapi sudah melihat keaktifan antusias mereka selama diskusi di kelas dan di forum (hufffh… elus dada). Semoga berjalan hingga akhir dan kalau perlu sampai mereka mulai bergulat dengan tugas akhir.

Saya memang orang baru, tapi ingin memberikan yang terbaik saja. Feedback itu punya kekuatan yang cukup mumpuni untuk memotivasi anak didik. Mereka bisa belajar banyak dan improve kemampuan serta memperkaya pengetahuan mereka dari masukan yang diberikan. Saya ingat sekali salah satu feedback dosen di tugas pertama saya mata kuliah Research Methodology tahun lalu, “You organized your ideas pretty well. Good work!” Padahal itu tugas pertama benar-benar bikin saya degdegan terus seminggu lebih sampai assessment result nya keluar. Bukan tanpa alasan, saya sangat tidak pede dengan tugas pertama itu, tugas pertama dalam bahasa inggris ditambah bayangan plagiarisme pula (untungnya waktu itu ga parah2 amat plagiarismenya :)). Tapi mendapatkan kalimat itu di tugas pertama plus beberapa masukan di setiap point penilaian membuat saya berkaca-kaca dan  bangkit motivasinya untuk terus bekerja lebih keras. Nah, saya ingin mahasiswa saya juga merasakan momen-momen demikian. Bisa berucap”Yes saya bisa ternyata, yang kurang akan saya perbaiki” Kalau hasil bagus yah didapatkan dengan usaha maksimal.

Demikian saja. Saya lagi-lagi hanya ingin memberi yang terbaik dan belajar banyak dalam setiap perjalanan yang saya lewati. Pun ketika diberi amanah untuk membimbing adik-adik mahasiswa di kelas saya. Harapan saya, bukan agar mereka selalu ingat saya tapi lebih kepada mereka mendapatkan apa ketika di kelas saya. Tidak perlu menjadi pinter, tapi jadilah orang yang mau terus belajar dan berbagi, ntar juga pinter lama-lama.. #apasih.

Jika ada yang mau kasih masukan kepada saya, saya senang sekali. Mohon maaf jika ada pemikiran yang keliru yah. Saya juga masih dalam tahap belajar. Semoga bisa sebaik guru-guru dan dosen-dosen di luar sana nantinya.

Keep learning guys!

_salmon

 

Author:

Simple but Strong Girl.. Belajar dan berbagi banyak hal dalam hidup, menjadikan hidup lebih bermakna.. tidak pernah ada yang sia-sia dalam hidup, selama bersyukur masih menjadi penguatmu..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s